Langsung ke konten utama

Postingan

Welcome To HelpNona!




Who We Are HelpNona adalah inisiatif sosial yang berdiri sejak Oktober 2015 dan bertujuan untuk membangun ruang diskusi tentang  kekerasan dalam relasi personal. Mari bersama berbagi daya, menjadi katalis perubahan bagi lingkungan sekitar. Say no to intimate partner violence. #CintaBukanLuka adalah kampanye yang ingin kami sampaikan kepada lebih banyak pihak.
Goal utama HelpNona adalah membangun awareness tentang bentuk relasi dengan pasangan yang bebas kekerasan. Dalam hal ini, perempuan masih memiliki kerentanan dalam mengalami bentuk kekerasan oleh pasangan. Itulah mengapa saat ini #HelpNona berfokus pada ruang diskusi untuk perempuan tentang isu kekerasan oleh pasangan.
#HelpNona percaya bahwa setiap perempuan punya suara yang beragam untuk menuturkan suaranya. Oleh karenanya, melalui #HelpNona, kami mencoba untuk mewujudkan safe space dalam mendiskusikan isu intimate partner violence baik melalui ranah online maupun offline. 
Meski inisiatif ini berfokus pada perempuan, perlu di…
Postingan terbaru

Move On & Menjalin Hubungan Baru

Berani keluar dari hubungan yang gak sehat tentu tidaklah mudah. Sekarang, bagaimana caranya supaya kamu bisa move on dan menjalin hubungan baru yang lebih baik? CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community memberikan tips singkat khusus untukmu!
First thing first, acceptance Seseorang akan kesulitan move on jika masih ada pada fase denial atau penolakan. Ide untuk berpisah, meski pun hubungan yang dijalani tidak dalam koridor hubungan yang sehat, tetap saja menyakitkan. Maka sebelum memulai langkah apa pun itu, pastikan diri untuk menerima ketidakberhasilan hubungan ini.
Ambil  sikap, what's next? Setelah menata hati, mulailah berlatih diri untuk mengambil sikap. Memilih tujuan selanjutnya. Apa yang akan kamu lakukan? Jika ada waktu yang tepat untuk membuka diri, tentu ini adalah saat yang tepat.
Memang tidak mudah Pada akhirnya, fase move on dan kembali memulai hubungan baru bukan sesuatu yang mudah. Apalagi jika kita menjalani relasi hubungan yang t…

Setelah Pisah, Apa yang Harus Dilakukan?

Terkadang keputusan kita untuk berpisah tidak serta merta mengakhiri resiko kekerasan yang kemudian kamu alami. Kalau sudah begini, ada baiknya kamu mengingat beberapa langkah keamanan di bawah ini. Gak rugi ‘kan kalau kita berjaga-jaga demi keamanan?


1. Lalui Rasa Sedih Dengan Berani Setelah putus, kamu bisa saja merasakan kesedihan yang mendalam. Rasa sedih ini tidak serta merta dikarenakan kepergian mantan, tapi bisa juga karena pola kekerasan yang selama ini kamu alami bersamanya. Itu hal yang sangat wajar. Hadapi dan lalui rasa sedih dengan dewasa. Ini adalah bagian dari proses yang perlu kamu jalani.
2. Sampaikan Kekhawatiranmu Pada Orang Terdekat Jika kamu merasa mantan pasanganmu masih mengancam keselamatan, jangan sungkan untuk menyampaikan hal tersebut pada orang terdekat. Mereka bisa saja menjadi penyelamat saat dibutuhkan.
3. Hindari Menjalin Komunikasi Kembali Meski pun kamu memiliki ribuan alasan untuk berkomunikasi dengannya kembali. Atau justru mantan kamu yang berulang …

Safety Plan

Tahukah kamu bahwa momen meninggalkan hubungan  yang penuh kekerasan bisa menjadi saat yang sangat riskan? Menurut Daniel Laihad dari SOS Safety Community, untuk bisa survive dalam pola relasi penuh kekerasan diperlukan pola pikir yang berdaya. Safety mindset ini sebenarnya pola kompleks terkait cara berpikir di segala aspek. Dengan mental yang kuat, self esteem kita akan naik dan kemungkinan untuk keluar dari pola kekerasan pun lebih besar. Nah selain safety mindset, ada satu hal lagi yang juga kamu perlukan untuk keluar dari hubungan  yang gak sehat. Safety plan atau perencanaan keamanan dapat dipersiapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Nyatanya, safety planning really can save you or your loved one's life! Berikut adalah beberapa ulasan tentang apa itu safety plan dan bagaimana kita mempersiapkannya:



Apa Itu Safety Plan? Safety plan adalah tuntunan untuk mengurangi kemungkinan resiko kekerasan oleh pelaku. Biasanya berisi panduan keselamatan yang disesuaikan d…

Berpisah Dari Hubungan Yang Tidak Sehat

Memutuskan hubungan dari seseorang yang kita cintai tidak mudah, meski pun orang tersebut melakukan kekerasan terhadap kita. Ada rasa sesal di hati, rasa marah dan tersakiti, tapi kangen dengan sifat-sifat baiknya, juga terpikir kalau-kalau masih bisa menyelamatkan hubungan yang ada. Perasaan campur aduk ini hal yang wajar ada. - Astrid Wen M.Psi-


Memutuskan untuk berpisah dengan pasangan adalah hal yang tidak mudah. Namun jika suatu hari kamu memutuskan  untuk berpisah dengan pasangan, beberapa langkah di bawah ini mungkin bisa membantumu. Did you know? meninggalkan hubungan yang memiliki pola kekerasan bisa jadi sesuatu yang berbahaya dan butuh perencanaan yang baik. Pasanganmu mungkin tidak akan menerima keputusanmu dan kembali melakukan pola kekerasan yang sebelumnya dilakukan. Lalu apa yang sekiranya bisa kita lakukan, ya?
1. Pertama, Yakinkan Diri Apakah kamu siap untuk berpisah dengan pasangan? Lebih lanjut, bagaimana kamu akan menyampaikan keputusan ini padanya? Kamu bisa menimb…

Revenge Porn

Mantan pasangan (biasanya laki-laki) mengunggah materi berupa gambar atau video seksual, untuk disebarluaskan melalui internet atau media sosial atau website pornografi, tanpa persetujuan dengan tujuan balas dendam setelah hubungan romantis berakhir (Mcglynn et al, 2017).



Revenge Porn adalah fenomena baru yang muncul atas perkembangan teknologi. Jika dulu fenomena membagikan foto berkonten seksual mantan pasangan hanya dipegang oleh sekelompok individu yang tidak bertanggungjawab, maka sekarang kerugian yang ditimbulkan menjadi lebih besar karena jejak digital yang sulit dihapus dan disebarluaskan tanpa henti.
Penggunaan kata pornografi dalam istilah “Revenge Porn” adalah fokus yang kurang tepat, karena lebih menitikberatkan pada perilaku penyintas (menghasilkan gambar atau video seksual) dibandingkan perilaku pelaku kekerasan (mengancam/memaksa penyintas dalam membuat gambar atau video seksual lalu kemudian menyebarluaskannya).
Intensi pelaku dalam mengunggah konten seksual tersebut…

Victim Blaming Pada Kasus Kekerasan oleh Pasangan

Kondisi victim blaming  kerap kali membuat para korban kekerasan memilih untuk menyimpan masalah mereka  dan justru semakin terjebak dalam pola lingkaran kekerasan.



Sementara dampak victim blaming bagi korban kekerasan tak bisa disepelekan.
​Tak hanya rumah tangga, bahkan dalam hubungan berpacaran pun tindakan kekerasan bisa terjadi. Catatan Tahunan Komnas Perempuan mencatat setidaknya ada 10.205 kasus kekerasan dalam relasi personal di mana kekerasan dalam pacaran juga termasuk di dalamnya. Terdapat 21% dari keseluruhan jumlah kasus yang merupakan kasus kekerasan dalam pacaran dan menempati posisi kedua persentase kekerasan dalam ranah personal setelah kekerasan dalam rumah tangga.
Hingga kini, kekerasan dalam pacaran seakan menjadi masalah yang mengemuka. Terkadang stigma masyarakat tentang gaya berpacaran juga ikut andil dalam penilaian mereka tentang kasus-kasus kekerasan dalam pacaran yang dialami oleh para korban kekerasan. Kalimat “Siapa suruh kamu pacaran sama dia, siapa suru…